Langsung ke konten utama

There is The Truth Untold

The Truth Untold - BTS (Feat. Steve Aoki)

Barangkali kita memang pernah berada pada titik lelah menaruh hati pada siapapun. Berbagai alasan terselip, namun dalam sela yang tak pernah orang duga, kita benar berada pada bagian yang tidak dapat tersentuh oleh siapapun. Pada tiap selasar emosi berupaya mencari-cari ego yang meruah, orang lain bahkan tak pernah tahu.

"Saat itu saya memang menawarkan diri untuk selalu menjadi obat. Tapi memang barangkali kamu sedang tidak butuh obat."

"Saya bukan tidak butuh obat. Saya memang benar butuh obat, tapi mungkin bukan kamu obat yang saya butuhkan."

Batas sakit yang pernah orang tahu adalah saat orang harus berpisah. Namun bukankah sakit tak punya batas? Hanya kita yang tahu di mana penempatan batas sakit untuk kita sendiri. Bahkan ketika seseorang tidak tahu batasan sakit ketika merayakan hari-hari di mana kita harus bersembunyi di balik luka sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layla (Sebuah Puisi)

- Layla (Raisa Najma) Dalam sela pergantian malam dan fajar Di pelipisku terkurung nafsu bekas kecupan Tuan Habis lembayung dari tubuhnya berpendar Terserap gairah lepas lemas perjamuan

Simfoni Efemeral Vol. 1

Simfoni Efemeral Empat Bagian Ketidakkekalan      Sekumpulan kupu-kupu dalam ruang renjanaku terhenyak. Mereka lantas berhamburan kesana kemari akibat kepalamu yang mendarat di pangkuanku. Aroma ocean breeze dari surai rambutmu tak kalah menyeruak indra penciumanku. Selanjutnya kau layangkan emosi romansa yang begitu membiusku. Kau berkata, "Telah termaktub sebuah cinta dariku untukmu saja. Pahamilah," sungguh tak cukupkah dengan itu kau begitu membuatku jatuh dalam cintamu?

Alih Wahana; Tutur Batin

Inspired by  Tutur Batin - Yura Yunita Hal-hal mengenai hilangmu dan kepergianmu. Di dalamnya kemudian terlibat cerita-cerita tentang aku yang berusaha mencukupkan separuh diriku untuk melengkapi pias senduku. Kesana-kemari, kau tak pernah luput mencerca titik-titik kurang pada lingkaran kebahagiaanku. Namun, kasih. Percayakah kau tentang nihil yang kau dapatkan bila kau mencari diriku pada