Langsung ke konten utama

Postingan

Hai, semuanya!

Postingan terbaru

Layla (Sebuah Puisi)

- Layla (Raisa Najma) Dalam sela pergantian malam dan fajar Di pelipisku terkurung nafsu bekas kecupan Tuan Habis lembayung dari tubuhnya berpendar Terserap gairah lepas lemas perjamuan

Ditulis untuk diri-sendiri, di 14 Februari yang menuju 21 tahun

Sudah lama saya hidup di dunia sebagai manusia yang diberi nama "Raisya". Kata ibu dan ayah, saya telah hidup 21 tahun. Orang-orang pula hari ini menyebut angka 21 untuk umur saya. Ternyata, selama itu saya hidup. Ibu dan ayah telah bersama saya 21 tahun. Orang-orang baik terdekat saya telah bersama dengan saya, tidak lebih atau kurang dari setengah hidup mereka. Tidak ada hal yang bisa dikatakan selain terima kasih karena telah mengenal saya sebagai manusia----barangkali saya adalah manusia yang baik atau menyebalkan. Dari sudut pandang; #1 Ayah. Pukul 15.57, ditulis di buku harian ayah bahwa putri keduanya telah lahir. Detik di mana saya melihat semesta bernama bumi, ibu dan ayah bahagia. Ayah adalah orang yang paling bahagia, saat itu. Mungkin ayah berpikir, setelah anak pertamanya tidak diberi izin oleh Tuhan untuk mengarungi hidup, hadir saya sebagai manusia yang kuat. Saya berharap sendiri, orang yang ternyata naif ini bisa kuat seperti yang ayah pikirkan. Begitu pula h...

There is The Truth Untold

The Truth Untold - BTS (Feat. Steve Aoki) Barangkali kita memang pernah berada pada titik lelah menaruh hati pada siapapun. Berbagai alasan terselip, namun dalam sela yang tak pernah orang duga, kita benar berada pada bagian yang tidak dapat tersentuh oleh siapapun. Pada tiap selasar emosi berupaya mencari-cari ego yang meruah, orang lain bahkan tak pernah tahu. "Saat itu saya memang menawarkan diri untuk selalu menjadi obat. Tapi memang barangkali kamu sedang tidak butuh obat." "Saya bukan tidak butuh obat. Saya memang benar butuh obat, tapi mungkin bukan kamu obat yang saya butuhkan." Batas sakit yang pernah orang tahu adalah saat orang harus berpisah. Namun bukankah sakit tak punya batas? Hanya kita yang tahu di mana penempatan batas sakit untuk kita sendiri. Bahkan ketika seseorang tidak tahu batasan sakit ketika merayakan hari-hari di mana kita harus bersembunyi di balik luka sendiri.

Cerita-cerita oleh Maharani yang disembunyikan

"Suratnya, kan, sudah aku terima. Aku di sini sekarang" "Ya. Tapi kau telat. Tidak membaca suratnya dengan benar, ya?!" "Maharani, zaman sudah maju seperti ini tapi setiap saat kau selalu mengirimkan surat. Untung saja hari ini aku membuka kotak surat sebelum akhirnya terlambat lebih lama lagi. Kau tak ingin menggunakan ponselmu saja untuk menghubungiku, hm? "Kuno." "Bukannya kau yang kuno?" "Sudahlah." 

Hal-hal tentang Bentala harus disudahi

Tepat pukul 19.40 malam, Nalani datang ke rumah. Dia telah menjejakkan kaki di teras rumahku tepat setelah Jingga, lelaki baik yang sempat Nalani kejar tanpa kenal putus asa dan sekarang telah jatuh pada pesona Nalani yang elok itu berpamitan pulang. Malam ini kami berdua memang memiliki rencana untuk saling cerita tentang kisah hidup yang bercorak abu dan hitam ini. "Waktu itu, aku kira Bentala beneran datang ke mimpiku, tapi ternyata aku aja yang kebanyakan mikirin dia," terangku tanpa basa basi ketika tubuhnya berhasil merebahkan diri di kasur. "Yang penting, kan, dia dateng." "Berhenti jadi penyemangatku buat dapetin Bentala, ya. Katamu, kan, ada beberapa hal yang gak bisa dipaksain. Mungkin dapetin Bentala itu salah satunya."

Saya diutus ke Bumi

Saya telah berkelana, Bunda. Menjelajah beberapa lautan manusia yang Saya temui. Saya telah berhasil melebur bersama dengan karakter manusia yang saya arungi. Saya pula berhasil melindungi segenap atensi Saya terhadap hal-hal yang sudah Bunda bisikkan kepada Saya waktu itu; bahwa tidak semua hal bisa dipaksakan, bahwa ada sesuatu yang tidak bisa kita ubah, bahwa kita lah yang harus melebur bersamaan dengan kristal-kristal padat itu.

Blue Hour; Mesin Waktu Paling Ajaib

Blue Hour; Mesin Waktu Paling Ajaib Inspired by Blue Hour - Tomorrow X Together Blue Hour - TXT (Choreography ver.) Istimewa. Tidak istimewa. Bukankah itu urusan setiap manusia sendiri? Soal perasaan, itu terserah masing-masing. Seperti layaknya menyita waktu senggangmu. Saban waktu ku katakan, jika tak ada waktu pagi, maka mari berkelana sore hari. Saat segala yang penting bagi kita, manusia, telah rampung. Mari menikmati kesudahan hari-hari, atau menyemangati diri untuk melakukan hari-hari yang akan datang.