Langsung ke konten utama

Blue Hour; Mesin Waktu Paling Ajaib


Blue Hour; Mesin Waktu Paling Ajaib

Inspired by Blue Hour - Tomorrow X Together

Istimewa.
Tidak istimewa.
Bukankah itu urusan setiap manusia sendiri? Soal perasaan, itu terserah masing-masing.

Seperti layaknya menyita waktu senggangmu. Saban waktu ku katakan, jika tak ada waktu pagi, maka mari berkelana sore hari. Saat segala yang penting bagi kita, manusia, telah rampung. Mari menikmati kesudahan hari-hari, atau menyemangati diri untuk melakukan hari-hari yang akan datang. 

Blue hour. Ialah yang datang saat sementara. Tak apa, ia membuatku takjub, bukan? Kau lihat sendiri. Ku harap manusia sepertimu tak seperti itu, tapi jika kau mau, tak apa. Yang penting menjadi istimewa dulu, lantas semua hal bisa dimaafkan, benar, kan? Marilah berjanji untuk selalu ada saat di antara kita sedang ingin; ingin tersenyum, ingin saling mengembalikan daya.

Pada pukul 5:53. Tepat saat matahari hampir tenggelam, itulah hari-hari dimana kita harus bersama. Sayangnya, tak akan lama, kita harus segera bergegas pulang sebelum udara semakin dingin. Atau seperti yang sudah-sudah. Cukup menikmati hamburan Rayleigh yang kita sebut blue hour itu padam. Menembus cakrawala dan digantikannya biru-biru tua itu dengan senja yang enggan kita lihat.

Di lingkar lehermu ku lihat jakunmu naik turun. Ah. Mengingat-ingat waktu, sebelum akhirnya kita kehilangan sihir-ruang biru, bukankah sebaiknya kita saling menanam percaya? Kita menyaksikan dan disaksikan oleh terbenamnya biru ke oranye atas kebingungan pada diri kita sendiri. Sekali lagi, mari meninggalkan jejak-jejak kebaikan setiap kita meringkaskan diri untuk pulang ke tempat masing- masing. Terima kasih sudah memberikan kesempatan untukku mengukung sepuluh menitmu setiap hari untuk sekedar menaruh senyum di bawah semburat biru sebelum oranye. Waktu-waktu perbatasan antara waktu penuh lelah dan menuju hari lelah selanjutnya. Selanjutnya mari melangkah ke tempat-tempat yang baik, meninggalkan kepiasan dengan perasaan lega sebab sihir biru keajaiban.

Blue Hour - Tomorrow X Together

그 순간 물든 노을, 모든 게 바뀌어

5시 53분의 우린 계속 아름다워

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layla (Sebuah Puisi)

- Layla (Raisa Najma) Dalam sela pergantian malam dan fajar Di pelipisku terkurung nafsu bekas kecupan Tuan Habis lembayung dari tubuhnya berpendar Terserap gairah lepas lemas perjamuan

Simfoni Efemeral Vol. 1

Simfoni Efemeral Empat Bagian Ketidakkekalan      Sekumpulan kupu-kupu dalam ruang renjanaku terhenyak. Mereka lantas berhamburan kesana kemari akibat kepalamu yang mendarat di pangkuanku. Aroma ocean breeze dari surai rambutmu tak kalah menyeruak indra penciumanku. Selanjutnya kau layangkan emosi romansa yang begitu membiusku. Kau berkata, "Telah termaktub sebuah cinta dariku untukmu saja. Pahamilah," sungguh tak cukupkah dengan itu kau begitu membuatku jatuh dalam cintamu?

Alih Wahana; Tutur Batin

Inspired by  Tutur Batin - Yura Yunita Hal-hal mengenai hilangmu dan kepergianmu. Di dalamnya kemudian terlibat cerita-cerita tentang aku yang berusaha mencukupkan separuh diriku untuk melengkapi pias senduku. Kesana-kemari, kau tak pernah luput mencerca titik-titik kurang pada lingkaran kebahagiaanku. Namun, kasih. Percayakah kau tentang nihil yang kau dapatkan bila kau mencari diriku pada