Langsung ke konten utama

Saya diutus ke Bumi

Saya telah berkelana, Bunda. Menjelajah beberapa lautan manusia yang Saya temui. Saya telah berhasil melebur bersama dengan karakter manusia yang saya arungi. Saya pula berhasil melindungi segenap atensi Saya terhadap hal-hal yang sudah Bunda bisikkan kepada Saya waktu itu; bahwa tidak semua hal bisa dipaksakan, bahwa ada sesuatu yang tidak bisa kita ubah, bahwa kita lah yang harus melebur bersamaan dengan kristal-kristal padat itu.

Bunda, kini pantaskah Nalani disebut sebagai manusia yang dewasa?

Saat itu Bunda berpesan, bahwa kepala manusia begitu amat keras. Mereka berpikir sesuai dengan apa yang ingin mereka pikir. Separuh dari mereka memaksakan apa yang mereka pikir, entah itu jahat atau baik. Separuh lainnya memilih berdiam dan berkelut dengan pikirannya, kepalanya penuh dengan resiko.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layla (Sebuah Puisi)

- Layla (Raisa Najma) Dalam sela pergantian malam dan fajar Di pelipisku terkurung nafsu bekas kecupan Tuan Habis lembayung dari tubuhnya berpendar Terserap gairah lepas lemas perjamuan