Langsung ke konten utama

Aku dan Dosa, Ibu

Aku dan Dosa, Ibu 

Bu, aku ingin meminta penuh sebuah maaf kepadamu

Atas dosa-dosa kecil yang tak pernah kau temui ia dariku

Atas salah-salah dari celah yang tak kau temui ia dariku

Ia tak pernah terlihat, Bu.


"Semua kesalahanmu selalu Ibu maafkan.

Bahkan sebelum luput itu kau lakukan."

Kau dengan baik berujar begitu


Tidak, Bu

Bukan

Salah ini bahkan tak pernah orang-orang sangka

Luput dan dosa ini bahkan tak pernah manusia kira


Ialah, Bu

Kebohongan atas bahagia-bahagia

Yang kau selalu ucap dan lambungkan doa itu

ke atas


Kepada Tuhan kau selalu minta bahagia itu

Kepada Tuhan kau selalu utamakan bagian itu

Atas kesejahteraan aku

Atas semua jalan baik aku


Dan aku semakin dewasa, dan kau semakin tua

Dan dosa dariku yang semakin sembunyi

Dariku, kebohongan atas prioritas yang kau katakan

Dariku, kebohongan atas kebahagiaan yang kau harapkan


by Raisa Naj

1 Desember 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Layla (Sebuah Puisi)

- Layla (Raisa Najma) Dalam sela pergantian malam dan fajar Di pelipisku terkurung nafsu bekas kecupan Tuan Habis lembayung dari tubuhnya berpendar Terserap gairah lepas lemas perjamuan

Simfoni Efemeral Vol. 1

Simfoni Efemeral Empat Bagian Ketidakkekalan      Sekumpulan kupu-kupu dalam ruang renjanaku terhenyak. Mereka lantas berhamburan kesana kemari akibat kepalamu yang mendarat di pangkuanku. Aroma ocean breeze dari surai rambutmu tak kalah menyeruak indra penciumanku. Selanjutnya kau layangkan emosi romansa yang begitu membiusku. Kau berkata, "Telah termaktub sebuah cinta dariku untukmu saja. Pahamilah," sungguh tak cukupkah dengan itu kau begitu membuatku jatuh dalam cintamu?

Alih Wahana; Tutur Batin

Inspired by  Tutur Batin - Yura Yunita Hal-hal mengenai hilangmu dan kepergianmu. Di dalamnya kemudian terlibat cerita-cerita tentang aku yang berusaha mencukupkan separuh diriku untuk melengkapi pias senduku. Kesana-kemari, kau tak pernah luput mencerca titik-titik kurang pada lingkaran kebahagiaanku. Namun, kasih. Percayakah kau tentang nihil yang kau dapatkan bila kau mencari diriku pada